Bisnis Properti

Tujuh Alasan Memilih Bisnis Properti

Tujuh Alasan Memilih Bisnis Properti

Bisnis properti selalu nampak seksi di mata para investor. Sesungguhnya properti merupakan yang terbaik jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Investasi jenis ini selalu memberikan keberuntungan lebih besar dan tidak dapat membendung pertumbuhan properti, inflasi dan resesi.

Lalu, apakah yang membuat properti bisa menjadi bisnis yang semenarik itu? Berikut adalah alasan-alasannya.

Pertama, nilai investasi selalu naik. Ya, harga tanah dari tahun ke tahun tidak pernah turun, malah naik. Bahkan, presentase kenaikan harganya lebih tinggi dari tingkat inflasi.

Kedua, tidak harus membayar semua. Saat ingin membeli properti, kita tak harus membayar tunai seketika itu juga. Kita cukup menyediakan dana sebagai uang muka. Kekurangannya bisa kita dapatkan melalui lembaga keuangan seperti bank dengan cara KPR.

Ketiga, mengontrol sepenuhnya. Kita tidak bisa mengontrol harga saham, obligasi, reksadana, atau paper asset. Tapi, kita dapat mengatur dan menentukan sendiri harga jual properti. Harga bisa dinaikkan dan diturunkan dalam kondisi tertentu. Properti dapat menghasilkan uang secara terus-menerus tanpa harus kita jual, misalnya dengan cara disewakan.

Keempat, untung saat membeli. Ya, kita bisa meraih untung jika membeli properti kepada penjual yang sangat memerlukan uang kontan. Tak jarang, mereka menurunkan harga menjadi di bawah harga pasar. Nah, saat kita menjualnya kembali pada saat itu sesuai harga pasar, maka keuntungan menjadi milik kita.

Kelima, nilai jual bertambah dengan modal minimal. Nilai properti dapat ditingkatkan dengan cara sederhana, misalnya melakukan renovasi. Properti yang tampak kusam bila dicat ulang akan terlihat seperti baru. Dengan begitu, kita sudah dapat meningkatkan nilai jualnya.

Keenam, menghemat waktu. Bisnis ini tak membutuhkan kehadiran kita setiap waktu. Kita cukup mempekerjakan orang untuk mengontrol dan mengelolanya.

Ketujuh, mudah dijaminkan ke bank. Properti selalu menjadi jaminan saat kita mengajukan dana pinjaman ke bank. Oleh karena itu, pihak bank memahami bahwa risiko investasi properti jauh lebih rendah ketimbang jenis investasi lainnya.

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *